Senin, 12 Juli 2010

4 Penyebab Cadel dan Cara Menanggulanginya

1. Kurang matangnya koordinasi bibir dan lidah

Kemampuan mengucapkan kata-kata, vokal dan konsonan secara sempurna, sangat bergantung pada kematangan sistem saraf otak, terutama bagian yang mengatur koordinasi motorik otot-otot lidah. Untuk mengucapkan konsonan tertentu, seperti R, diperlukan manipulasi yang cukup kompleks antara lidah, langit-langit, dan bibir.

Cara mengatasi:
Orangtua harus meluruskan dengan cara menuntun anak melafalkan ucapan yang benar. Tetapi ingat, orangtua tak boleh memaksakan anak harus langsung bisa, apalagi jika saat itu belum tiba waktu kematangannya untuk mampu melakukan hal tersebut. Pemaksaan hanya membuat anak jadi stres, sehingga akhirnya dia malah mogok berusaha meningkatkan kemahiran berbahasanya. Lakukan pula kerjasama dengan guru, sehingga dapat diperoleh hasil yang lebih maksimal.


2. Kelainan fisiologis

Cadel yang disebabkan kelainan fisiologis, jumlahnya sangat sedikit. Penyebabnya dibedakan menjadi 3 yakni:
* Gangguan pada bagian pendengaran
Gangguan ini dapat berupa adanya kerusakan atau ketidaksempurnaan pada organ-organ yang terdapat di telinga, sehingga bisa mempengaruhi pendengaran. Akibatnya, informasi yang diperoleh tidak lengkap sehingga berdampak pada daya tangkap dan tentunya juga mempengaruhi kemampuan berbicaranya.
* Gangguan pada otak
Ada beragam yang dapat dikategorikan sebagai gangguan pada otak. Diantaranya adalah perkembangan yang terlambat, atau karena penyakit yang diderita seperti radang selaput otak, atau kejang terus-menerus. Beragam gangguan ini dapat menyebabkan gangguan pada fungsi otak sehingga berdampak pada gangguan bicara. Salah satunya adalah cadel.
* Gangguan di wilayah mulut
Gangguan ini disebabkan adanya kelainan pada organ-organ di mulut (langit-langit, lidah, bibir, rahang, dan lain-lain). Misal, bibir sumbing, langit-langitnya terlalu tinggi, lidah yang terlalu pendek, rahang yang terlalu lebar, terlalu sempit, atau memiliki bentuk yang tidak proporsional. Namun umumnya kelainan pada organ mulut ini sangat jarang terjadi.

Cara mengatasi:
Kelainan fisiologis dapat diatasi, tergantung berat ringan penyebabnya. Umumnya bila penyebabnya termasuk katagori berat, maksudnya penyakitnya tak dapat disembuhkan atau kelainan organnya tak dapat dikoreksi, maka bisa menjadi cadel yang menetap. Namun bila tergolong ringan, maka cadelnya tidak menetap.


3. Faktor lingkungan

Misal, karena meniru orangtuanya. Banyak orangtua yang menanggapi cadel anaknya dengan kecadelan pula. “Jangan naik pagel (pagar, Red).” Akibatnya, malah bisa membuat anak jadi terkondisi untuk terus bicara cadel. Padahal saat anak belajar berbicara, ia bisa mengucapkan suatu kata tertentu karena meniru. Nah, kalau orangtua atau orang-orang yang berada di lingkungan terdekatnya berkata cadel, ia akan berpikir, itulah yang benar. Jadilah ia cadel sungguhan. Begitu juga jika ayah atau ibunya cadel (sungguhan). Kemungkinan, anak tak pernah mendengar dan belajar bagaimana seharusnya mengucapkan konsonan tertentu.

Cara mengatasi:
Orangtua harus menghentikan kebiasan berkata cadel dan melakukan koreksi. Amati dengan jeli. Contoh, bila hari ini bisa namun keesokan harinya tidak bisa, maka tugas orangtua segera mengoreksi dengan menyebutkan yang sebenarnya. Mintalah kepada anak untuk mengulanginya beberapa kali. Namun, jangan memaksa. Berikan penghargaan bila ia kembali mampu mengucapkannya dengan baik. Jika orangtua memang cadel, mintalah orang-orang yang berada di lingkungan terdekat untuk memberikan stimulasi kepada anak.


4. Faktor psikologis

Contoh, untuk menarik perhatian orangtuanya karena kehadiran adik. Yang semula tidak cadel, tiba-tiba menjadi cadel karena mengikuti gaya berbicara adiknya.

Cara mengatasi:
Orangtua harus menunjukkan bahwa perhatian kepadanya tidak akan berkurang karena kehadiran adik. Selain itu, orangtua juga harus terus mengajak anak bicara dengan bahasa yang benar, jangan malah menirukan pelafalan yang tidak tepat.

MENCEGAH CADEL

Demi menghindari timbulnya cadel, rajin-rajinlah memberikan stimulasi pengucapan yang benar. Paling lambat saat anak berusia 2 tahun. Jangan gunakan bahasa dengan pengucapan yang cadel. Jangan mengganti bunyi “s” dengan “c” atau “r” dengan “l”, dan lain-lain.

Jangan pula menghilangkan konsonan tertentu dalam berbicara. Ini kerap dilakukan tanpa disadari oleh orang dewasa dengan alasan memudahkan. Yang paling sering adalah konsonan “R”, semisal “pergi” jadi “pegi” atau “es krim” jadi “ekim”.

Menu “Do Not Disturb” di Mobil Ford Untuk Mengurangi Resiko Kecelakaan Karena Telpon



Ford melalui aplikasi Ford SYNC mereka telah menambahkan sebuah menu atau tombol baru di dalam mobil mereka untuk memastikan atau setidaknya mengurangi resiko dari "Don’t Text dan Drive" ini.Pada layar menu yang ada di dashboard mobil Ford nantinya akan ada sebuah tombol baru dengan tulisan "Do Not Disturb" dimana bila anda mengaktifkan menu ini, otomatis semua panggilan telpon masuk, SMS dan email akan tidak terdengar (mute) dengan tujuan untuk tidak mengganggu konsentrasi anda dalam menyetir.

"Do Not Disturb" boleh dikatakan hampir sama dengan memblok semua panggilan telpon, SMS/ email masuk tetapi kita masih bisa tetap menggunakannya untuk melakukan panggilan darurat atau panggilan biasa.

Fitur ini akan tersambung ke ponsel dengan koneksi Bluetooth dan sejauh ini hanya ponsel Blackberry saja yang kompatibel dengan fitur baru ini.

Selain "Do Not Disturb", Ford juga menambahkan fitur "Text to Speech" seperti yang ada di BMW ConnectedDrive dimana SMS yang masuk akan bisa dibacakan melalui fitur ini (jadi tidak perlu lihat ke layar ponsel atau mobil).

Oh iya, selain bahaya tentu saja, kami juga kesal kalau berada di belakang mobil yang pengemudinya sedang SMSan atau telpon karena mereka biasanya berjalan sangat pelan.


Daftar Peraih Prestasi di PD 2010

Piala Dunia 2010 baru saja selesai. Tentu saja perhelatan sepak bola paling akbar ini menyisakan berbagai prestasi. Inilah World Cup Awards yang diberikan FIFA:
  1. Juara: Spanyol
  2. Runner-up: Belanda
  3. Peringkat ke-3: Jerman
  4. Peringkat ke-4: Uruguay
  5. Bola Emas (Adidas Golden Ball): Diego Forlan (Uruguay)
  6. Bola Perak (Adidas Silver Ball): Wesley Sneijder (Belanda)
  7. Bola Perunggu (Adidas Bronze Ball): David Villa (Spanyol)
  8. Sepatu Emas (Adidas Golden Boot): Thomas Muller (Jerman)
  9. Sepatu Perak (Adidas Silver Boot): David Villa
  10. Sepatu Perunggu (Adidas Bronze Boot): Wesley Sneijder
  11. Sarung Tangan Emas (Adidas Golden Glove): Iker Casillas (Spanyol)
  12. Pemain Muda Terbaik (Hyundai Best Young Player): Thomas Muller
  13. Tim Paling Fair (FIFA Fair Play Award): Spanyol

keterangan:

Golden Ball = Pemain Terbaik
Golden Boot = Pencetak Gol Terbanyak

nah klo soal thomas mueller kenapa dia yg dapet golden boot. yg dapet golden boot atau pencetak gol terbanyak adalah selain banyaknya ia mencetak gol tapi jika ada yang sama banyaknya, di ambil juga dari assistnya dan misalnya sama juga, di ambil dari yang jam terbang mainnya sedikit tapi cetak gol banyak ......

thomas mueller = 5 gol, 3 assist
sneijder dan villa = 5 gol, ga tau brp assist tp klo ga salah cm 1 ...

source: Goal.com

Minggu, 11 Juli 2010

Iklan Kreatif TIKI


“Indonesia’s No.1 delivery service.”

Advertising Agency: Publicis, Jakarta, Indonesia

Executive Creative Director: Randy Rinaldi
Creative Directors: Roy Sagala, Marco Widjaja
Art Directors: Yohanes Chayadi, Ari Bowo, Randy Rinaldi
Copywriters: Dono Yuniarto, Roy Sagala
Illustrator: Teguh Yuswanto
Photographer: Clarissapeddy
Computer Artist: Rudi Harianto
Typographer: Yohanes Chayadi
Published: June 2010

Paul Picks Spain!!



hayo...
yg pasang belanda cepetan di ganti...

Entri Populer